Senin, 13 Januari 2014

Sego Goreng Gathel Kali Banteng

 
Sego Kucing Pak Gik
Jangan mengaku anak semarang, kalo belum pernah jajan ke pak gik. Pak gik merupakan nama salah satu nasi kucing atau angkrinngan yang terkenal di kota semarang. Tempatnya ada di Jalan Gajah mada, tepat di pojokkan jembatan kali semarang atau jalan inspeksi. Kalo dari simpang lima ke arah utara, jalan gajah mada, nanti ada jembatan kedua kanan jalan sebelum super penyet.
Sebetulnya tempatnya tidak istimewa karena ada di sebelah sungai, dan warungnya kecil. Jadi kalo mau makan kita makan di bawah, pake koran, karena tempat duduk nya sangat terbatas, atau kalo mau jalan sedikit makan di trotoar.
Tapi yang membuat istimewa adalah  vareasi menu nya yang terdiri dari aneka nasi bungkus kecil yang terdiri dari nasi kuning, nasi uduk, ketan, aneka nasi putih yang isinya dari ayam, balado ayam, teri, kering dan banyak lagi. Aneka gorengan dan jajanan, dari sate kerang, sate telur, sate ayam, badak (bakwan semarang), mendoan, pangsit. Semua makanan yang ada di sana masih anget dan fresh. Itu yang membuat istimewa, karena biasnya kalo di nasi kucing lain nasinya kalo udah malam sudah dingin dan gorengannya sudah lembek tidak crispy lagi.
Makanan di pak gik fresh waktu tengah malam sampai menjelang fajar karena pak gik baru buka pukul 23.00 WIB. Jadi dagangannya masih baru, selain itu nasi bungkus dan jajanannya selalu di stok lagi dengan yang baru sekitar pukul 02.00 WIB.
Jangann heran kalo yang datang ke sana berjubel, dari buka sampai tutup jam 04.00 tidak pernah sepi. Puncak nya biasanya jam 02.00 menjelang pagi saat anak muda yang habis dugem selesai.
yang menarik adalah kalo makan di pak gik walau sebelahan dengan kali, tidak ada yang membuang sampah ke sungai. Sip deh anak muda semarang. Yang kedua walau semua prasmanan alias ambil sendiri tetapi yang beli semua nya jujur.
Selain pak gik selalu menyesuaikan diri dengan para pelanggannya, dahulu tahun 2008 tidak ada menu es dalam daftar jadi kalo mau makan kudu nunggu air minum yang mendidih (karena langsung dari panci) untuk dingin, tapi sekarang sudah ada menu es teh, jadi ga perlu repot-repot lagi nunggu air dingin.  Kan repot ya kalo ada yang keselek (semarang=tersedak) kudu nunggu air nya dingin.
Buat yang kebetulan ke semarang, jangan lupa ya mampir ke pak gik. 
 
 
Tempat Makan Asyik 
 

Kota Samarinda



Samarinda Kota 
Layaknya kota besar samarinda kota selalu di padati dengan hiruk pikuk orang yang bekerja. Setiap hari jalannya padat, macet ada di hampir tiap sudut kota. Ya macet, seperti menjadi hal biasa di sini. Menurut orang orang yang lama tinggal, kemacetan yang terjadi di samarinda kota belum lama terjadi. Kira kira baru  5 tahunan ini ketika orang beramai-ramai memberli mobil dan motor. Ruas jalan yang pertumbuhannya tidak secepat penggunanya otomatis macet ada di mana-mana.
Motor lewat di ruas trotoar. Trotoar yang seharusnya di peruntukkan untuk pejalan kaki seolah tidak berlaku di kota tepian ini. karena setiap hari motor motor tanpa rasa bersalah berlenggang di sana. Trotoar seakan menjadi jalan tol untuk sepeda motor ketika macet terjadi. Tak ada rasa bersalah, apalagi menyesal melakukan hal ini. Alhasil pejalan kaki malah yang kudu ekstra hati-hati ketika lewaqt trotoar karena takut ketabrak motor. Pertanyaannya kalo trotoar sudah tidak aman untuk pejalan kaki maka pejalan kaki kudu jalan di mana ya ? tuing-tuing ...... jadi kita harus hati-hati tuh kalo jalan di trotoar di samarinda, satu lagi hati-hati kalo ada lubang drainase, kadang-kadang ada juga di trotoar, lengah sedikit bisa kejebur.
Semarang kaline banjir... lagu itu mungkin sering saya dengar di semarang. Karena memang kalau hujan semarang sungainya banjir, atau ketika hujan deras dan air rob  semarang banjir.  Banjir ternyata bukan hanya masalah di kota semarang, kota samarinda pun ternyata demikian bahkan lebih parah. Ketika masuk ke kota samarinda jalan-jalan aspal nya tidak berwarna hitam legam tetapi hitam agak kecoklat-coklatan. Warna itu ternyata dari sisa-sisa lumpur yang di bawa oleh banjir. Ketika hujan dengan intensitas yang ringan saja banjir sudah dapat kita jumpai. Daerah yang paling sering menjadi langganan banjir adalah daerah sempaja dan perempatan lembuswana. 
Kadang kala ketika hujan lebat dan air sungai mahakam sedang pasang, banjir bisa meluas kemana-mana. Perempatan air hitam juanda, juanda 8, juanda 7, jalan antasari,  ahmad yani, jalan lambung amangkurat dan banyak jalan yang lain akan tergenang. Banjir yang terjadi hanya setinggi 5-25 cm tetapi cukup mengganggu aktivitas. Belum lagi motor-motor yang kadang kala  macet kalo kemasukan air mesinnya. Banjir memang bikin malas apalagi jika sering terjadi. Aktivitas pertambangan dan kelancarann aliran air baik sungai dan selokan memang perlu di perhatikan.
Ketika berkunjung ke samarinda jangan membayangkan kota yang sepi dan fasilitas yang  belum ada. Salah besar, samarinda kota merupakankota yang besar dan megah, hampir seluruh kebutuhan ada di sini. Mall, hotel berbintang lima, pusat perbelanjaan, bank-bank besar, perusahan besar, bandara, angkutan semua ada di sini. Sinyal handphone lumayan ada lah, tapi memang belum semua sih tapi kenceng kok. Ada juga yang kebingungan masalah ATM dan pom bensin ada semua, walau pun pom bensin memang kadang tidak 24 jam tetapi  pukul 21.00 WITA biasanya ada yang sudah tutup, dan harus sabar antre... :P.
Terlepas dari sejumlah masalah yang ada, samarinda kota masih menyimpang banyak pesona. Banyak tempat-tempat  yang yang bisa di tuju, antara lain :
  1. Masjid Islamic Center
  2. Masjid Darusalam
  3. Jembatan Mahulu
  4. Jembatan mahakam
  5. Pasar Pagi
  6. Kawasan citra Niaga
  7. Terminal Sei kujang
  8. Terminal lempake
  9. Taman Budaya
  10. Sungai Mahakam 
Tempat Asik lain 

Senin, 25 Februari 2013

Wisata Kabupaten Kudus

 
Jalan-Jalan Ke Kudus
Jalan-jalan ke kretek... Ues sudah lama sekali tidak berkunjung ke kota ini. Banyak sekali kisah antara saya dan kota ini. Rencananya hari itu (23 feb 2012) kami akan silahturahmi ke rumah Rifa. Rifa merupakan salah satu rekan  kami di ubaloka kota semarang yang  berasal dan berdomisili di  kudus. Siang itu hanya  saya dan gani telah bersiap berangkat. Slayer, sepatu, kamera sudah oke. Si merah siap untuk mengantar kami.  Cek out dari rumah gani kira-kira pukul 11.30 WIB
Belum keluar dari semarang, baru sampai genuk, sudah ada tantangan. Ternyata jalanannya masih tergenang banjir setingg 15-20 cm.. bagus... kembali atau lanjut  ya?.... Berhenti sejenak melihat sekitar.. motor-motor  kok terus ga ada yang berhenti.. oke deh lanjut... tetapi setelah beberapa meter berjalan kok semakin tinggi dan banjir kok semakin dalam. Berhenti sejenak lagi,  kayaknya kalo lanjut artinya bunuh diri deh, melihat banyak motor  yang mogok. Tentu saja si merah ogah menjadi korban selanjutnya. “dik, ono dalan liyane ga?” saya bertanya ke anak-anak yang sedang main air.. “ono mas, mubeng” kata anak kecil itu sambil menunjuk sebuah gang.. eh lanjut atau masuk gang ?... okelah kita putuskan ambil resiko dan mungkin ada harapan.  “Masuk gang”...sekarang sudah di tengah jalan,  tidak ada jalan untuk kembali, walau ternyata bajir semakin dalam dan berlumpur
Huih akhirnya setelah jalan yang berliku dan berlumpur kami menemukan jalan utama, lega rasanya....Si merah kit a lanjut jalan-jalan asoi ke kudus... Perjalan dari semarang menuju kudus lancar tanpa hambatan apapun... Jalannya lurus dan mulus, hanya sedikit berlubang ketika sampai karanganyar perbatasan Demak-Kudus.
Sebelumnya aku udah janjian ma rifa, untuk di jemput di simpang tujuh. Wah wah sudah lama tidak ke kudus ternyata sudah banyak yang berubah. Kotanya semakin ramai, ada hypermart, Ada swalayan, tetapi tetep, kalo ke pom bensin ga tertib. :P
Solat duhur di masjid agung di simpang tujuh sambil nunggu si rifa. Selesai salat,  rifa ternyata sudah menunggu di depan masjid. Perjalanana akan kami teruskan, tetapi baru beberapa meter jalan, baru saja  sampai di depan kabupaten , eeee  ban  belakang malah  bocor. Alhasil kudu  ndorong cari tambal ban. Dapat tambal ban di belakang kabupaten, tukang tambal bannya kayak nya bukan orang biasa,aneh sih rumahnya ada banyak  foto nyi roro kidul di dinding. Pakean yang aneh dengan peci yang menutupi rambutnya. Anehnya lagi tukang tambal ban ini mencari titik kebocoran hanya dengan meraba, tidak memakai air atau akat bantu lain.
Sampai rumah rifa langsung bersantap ria, kayaknya sih sudah di siapkan sebelumnya, ada soto kebo, bandeng, aneka gorengan dan krupuk.. nyam-nyam...
Habis makan, waktunya ngrontokin buah rambutan di depan rumah.. nyami, buah rambutan nya manis apalagi yang hijau.. kok bisa ya.. “itu ada doanya mas” kata ibu rifa.. katanya waktu nanamnya berdoa terlebih dalulu agar walau masih hijau sudah manis.. okelah.. ga penting mana yang manis.. pokoknya yang sudah dipetik langsung di santap... he he he he .
Waktunya jalan-jalan.. berkunjung masjid yang menjadi cagar budaya, karena masih berhubungan dengan masjid agung kudus. Di mana itu ya.. pokok nya di daerah menjobo dan loram.. emang bener sih masih ada hubungannya. Ada bangunan yang kayak gapura itu dari batu bata merah. Persis seperti yang dibuat membangun menara kudus.
Setelah jalan-jalan mampir di depan museum kretek, sayang ga bisa masuk karena museum ini tutup jam 16.00. hanya bisa nongkrong di depan museum sambil jajan tempura yang ga jelas itu dan leker. Setalah itu rencananya mau lanjut salat ashar di masjid agung, tapi pas lewat di depan kwarcab kudus ada rame-rame, ternyata emang ada acara Baden Powell day. Ada lomba pieoneering, seminar dan donor darah.. Rame amat ya, beda banget ma kota semarang yang sepi-sepi aja. Puas foto pioneering hasil karya anak pramuka. Emang bagus-bagus dan kreatif kok ... ada yang buat meja, kursi, rak makan, tempat tidur dan yang aneh buat pesawat.. ehm emang buat apa ya.. ya sah-sah aja sih, kan lomba kreasi...
Sebelum ke masjid agung, aku mampir sebentar di rumah arif, rumah yang dulu aku tinggali ketika aku magang di kudus.. ternyata sama rumahnya, sama mengerikan seperti saat aku huni.. mungkin kalo saat ini aku di minta menginap sehari saja di rumah itu, aku berfikir 2 kali ya.. wakakakaka..
Okelah akhirnya sampai di masjid agung. Salat ashar di detik-detik terakhir mau magrib. Setelah salat teringat eh kan belia rumahnya kudus ya. sekalian mampir aja. Setelah mencari tahu di mana rumah belia, rencananya setelah salat magrib kami akan mampir rumah belia.
Ehm rumah belia ternyata ada di daerah pentol, rumah baru di gang 2 , masuk ke kapling baru. Rumahnya gede ya. dari keluarga yang berada.. ya iyalah, belia gitu lo.. orang kaya..
Jam 20.00 kami pulang, karena  rifa sudah di tunggu kakak nya untuk segera pulang, tetapi sebelum kami pulang rencananya mau makan di daerah bitingan, yang jual wedang blung. Ehm tetapi pas sampai sana kok warung nya ga ada. Tutup atau sudah pindah ya, maklum udah lama sekali ga kesana. Tapi ada satu warung rame banget. Apa ini ya ? dari pada ga dapat sama sekali akhirnya kami putuskan untuk mampir...
Yah, ternyata beda, yang jual juga beda. Ternyata bukan warung yang kami tuju. Okelah ga apa-apa.. yang penting perut terisi..nyam-nyam makan nasi kering, teri dan kepala ayam di tambah segelas jahe dengan santan.. di Kudus kalo kita pesan jahe anget, pasti akan di tambah santan kecuali jika kita ngomong dulu. Sudah kenyang kami mau pulang tetapi baru jalan beberapa meter, ban belakang bocor lagi.. aduw.. kenapa bocor lagi.. aduh..
Untung di pojok jalan ada tambal ban... setalah ditambal kami langsung pulang ke semarang.. tetapi sepertinya rasanya ada yang aneh dengan ban motornya, waktu sampai simpang 7 kok sudah ga nyaman. Benar perasaan ku, baru sampai karanganyar ban nya bocor.. bagus.. ini adalah bocor yang ketiga kalinya..
Mana ini ada tambal ban malam-malah kayak gini, ayo semangat mendorong, wakakakak.. semangat deh. Ada tambal ban tapi ternyata tutup. Di ketok-ketok orangnya ga muncul. Tanya orang katanya ada di pasar, jaraknya 3 sampai 4 km lagi, okelah kalo begitu.. huih. Semangat lah pokokke.. he hehehehe. Jalan lagi, dorong lagi, ada seorang yang manggil-manggil, katanya ada tambal ban.. hore.. ternyata tidak disangka di samping warung kecil ada tukang tambal ban. Tapi kali ini tidak di tambal melankan langsung ganti ban. Berharap tidak akan bocor lagi... tapi.. selah kali lanjutkan perjalanana baru 4 km meau memasuki kota demak.. set.. bocor lagi,,,,, huih berarti ini yang ke empat kalinya... Tuing-tuing sehari empat kali bocor.. rekokr rekor.. untung saja di seberang jalan ada tambal ban. Dan artinya tidak perpu mendorong jauh-jauh.. Tapi kudu ngantre 6 motor lagi.. ehm waktu sekitar itu pukul 22.30 karena lama sekali, aku mengambil jas hujan dan istirahat sejenak..
Bangun pukul 00.00 dan si merah belum mendapat penanganan.. antre satu motor lagi.. lima belas kemudian  kemudian.. baru di bongkar. Ternyata memang benar bocor lagi, dan bocornya gede. Harus di tambal, dan perlu di tangani dengan lebih ekstra karena ban dalam yang barusan di ganti kualitasnya ga bagus.. perlu di lindungi denga lapisan ban  dalam lain agar kuat.
Sekitar jam satu malah si merah telah selesai, kayaknya emang kudu hati-hati dalam berkendara.. karena emang jalan banyak yang berlubang dan kondisi ban motor sudah sangat memprihatinkan. Saat pulang, super hati-hati. Jalan hanya dengan kec 60 km per jam, huih tak apalah yang penting selamat, maklum badan sudah pegal-pegal. Ehem, ternyata tantangan belum selesai, sampai kaligawe masih banjir. Berdoa, semoga tidak macet. Pelan-pelan tapi pasti akhirnya selamat sampai tujuan. Sampai rumah gani sekitar setengah dua dan sampai mako.. jam 2 kurang sepuluh menit..
Akhirnya selesai juga.. sampai mako saatnya tidur tetapi di tutup dulu dengan makan ayam goreng.. mantap.. terimaksih abdul jasamu tiada tara.. wakakakakak...